Pupuk merupakan kunci dalam melakukan budidaya, hal itu berlaku pula pada pupuk untuk budidaya kangkung. Untuk mendapatkan kangkung yang segar, besar dan bergizi, Anda perlu mengetahui jenis pupuk apa yang membuat budidaya kangkung Anda akan berhasil. Sehingga, langkah-langkah yang Anda lakukan dalam budidaya kangkung akan membuahkan hasil. Baik kangkungnya bisa dikonsumsi sendiri atau dijual ke masyarakat.

Apabila Anda berniat untuk melakukan budidaya kangkung, Anda dapat melihat kiat-kiat memilih pupuk yang berkualitas untuk budidaya kangkung di bawah ini.

Langkah Pertama Memilih Pupuk untuk Budidaya Kangkung

Perlu Anda ketahui bahwa pupuk yang baik dapat menghasilkan tanaman yang bergizi. Sama seperti makanan, maka tanaman yang diberikan pupuk yang sehat tidak akan meninggalkan residu di tanamannya. Sehingga, tidak akan ada efek samping yang ditimbulkan ketika memakan tanaman tersebut. Tanaman yang dihasilkan dari pupuk yang berkualitas merupakan tanaman yang aman dikonsumsi.

Disamping itu, pupuk harus diberikan dalam porsi yang sesuai. Jangan sampai pupuk yang dicampurkan dalam tanaman melebihi atau kurang dari kebutuhan. Jika sekali saja dilakukan, maka tanaman tidak akan tumbuh dengan sempurna. Sebagai contohnya, pupuk yang terlalu banyak dapat menghasilkan asam berlebih dan memunculkan mikroba yang tidak diperlukan. Pupuk yang terlalu sedikit pun dapat menghambat proses pertumbuhan tanaman. Sehingga, Anda perlu menentukannya secara tepat dan penuh perhitungan.

Cari Pupuk Organik Terbaik

Dahulu, ketersediaan pupuk bagi para petani biasanya berasal dari pabrik. Pupuk yang dibuat dicampurkan dengan bahan kimia agar mereka bereaksi dengan cepat dalam pertumbuhan. Namun saat ini, pupuk organik adalah pilihan terbaik untuk melakukan budidaya tanaman, dalam hal ini khususnya budidaya kangkung. Pupuk organik tidak menghasilkan residu atau zat buangan. Nanti, tanaman yang dimakan tidak akan membuat Anda mual atau pusing.

Pilih Kompos Untuk Budidaya Kangkung

Sebagai perwujudan dalam menggunakan pupuk organik, Anda dapat memilih kompos sebagai pilihan pupuk untuk budidaya tanaman kangkung Anda. Kompos sendiri adalah salah satu pupuk organik yang telah mengalami proses pembusukan. Karena proses pembusukan yang terjadi dilakukan dengan sendirinya, maka tidak ada zat-zat pembusukan yang dimasukkan untuk membantu pembentukan tanaman.

Kompos biasanya terdiri dari jerami, dedaunan, rumput, dicampur dengan kotoran hewan. Komponen lengkap untuk bahan makanan tanaman yang dibawa di dalam tanah akan ditransfer atau disalurkan saat bibit kangkung ditanam. Ketika proses pertumbuhan berlangsung, gizi yang ada di dalam pupuk organik akan membuat kangkung yang Anda segar dan besar.

Sediakan Pupuk Organik Cair Sebagai Alternatif

Pupuk Organik Cair atau yang biasa disebut POC juga bisa disediakan untuk ditambahkan pada tanaman kangkung Anda. POC sendiri merupakan pupuk yang dihasilkan secara fermentasi. Untuk mendapatkan POC, sisa pembusukan atau kotoran hewan harus didiamkan terlebih dahulu. Sama seperti makanan atau minuman yang difermentasi, nantinya akan muncul mikroorganisme lokal yang dapat membantu tanaman kangkung Anda bertumbuh.

Kita perlu memahami bahwa tanaman yang bagus tidak hanya berasal dari bibit yang berkualitas, namun juga pupuk yang digunakan untuk proses pertumbuhannya. Disamping itu, perawatan seperti penyiraman pada tumbuhan budidaya juga penting dilakukan untuk melihat progres pertumbuhannya. Sehingga pupuk terbaik yang telah dipilih dapat membantu tanaman kangkung Anda menjadi seperti yang diharapkan. Semoga informasi tentang cara memilih pupuk untuk budidaya kangkung ini dapat membantu Anda.